Labels

Senin, 09 Januari 2012

Pola Partisipatif yang Bermanfaat Besar

Jembatan Gantung yang dibangun melalui dana PNPM-MP
Pembangunan melalui program PNPM–MP diKabupaten Solok sangat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain mampu meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan. 

Kegiatan yang dilaksanakan berdasar kebutuhan dasar untuk mengangkat perekonomian yang lebih baik. Beragam program PNPM di Kabupaten Solok terbilang sukses, meski masih ada dililit masalah. Namun persentase yang bermasalah sangat kecil. ,
 
Kabupaten Solok memiliki wilayah yang cukup luas. Masyarakatnya tersebar di 14 Kecamatan. Sebanyak 74 Pemerintahan Nagari yang dipimpin Walinagari merupakan sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Kehidupan masyarakatnya yang mayoritas hidup di sector pertania menyebar lebih di 430 Jorong (dulu desa). Sekitar enam kecamatan masyarakatnya masih dalam keterisoliran. Melalui program PNPM Integrasi dan PNPM Mandiri pedesaan setiap tahun satu persatu lepas dari keterisolasian.
 
Dharmawan Fasilitator Kabupaten Solok menjelaskan tujuan dari program PNPM Reguler memiliki tujuan yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui berbagai tahapan kegiatan. Mulai dari tahapan sosialisasi, sampai pada perencanaan, tahapan seleksi dan pelaksana kegiatan seluruh sangat trasparan dan partisipatif. “ Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat dan dilaksanakan sendiri oleh rakyat,” kata Dharmawan.
 
Partisipasi kaun hawa di daerah terpencil
Dharmawan menerangkan PNPM Reguler itu terdiri dari PNPM Mandiri Pedesaan yang pelaksanaan kegiatannya berada di kecamatan. Sedangkan untuk PNPM Integrasi seluruh proses kegiatan dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota. ,
 
Dalam program PNPM kata Dharmawan ada beberapa proses tahapan yang dilakaukan dalam, program PNPM, seperti tahapan sosialisasi dilakukan sengan cara, lokakarya di berbagai level pemerintahan, hearing anggota legislatif di berbagai jenjang, dan forum-forum musyawarah masyarakat. Selain menggunakan papan Informasi sebagai salah satu media (penyebaran) informasi. Juga membuka kerjasama dengan pihak lainnya, baik dengan media massa maupun kerjasama dengan seluruh stakeholder terkait.
 
Sedangkan dalam proses perencanaan dilaksanakan mulai dari tingkat Jorong, Nagari dan kecamatan. Masyarakat memilih Fasilitator untuk mendampingi proses sosialisasi dan perencanaan. “Intinya seluruh prosesnya samapai pada pelaporan dipandu fasilitator sangat transparan dan partisipatif,” jelas Fasilitator Kabupaten Solok ini.
 
Dharmawan menyampaikan pelaksanaan PNPM-MPd Reguler di Kabupaten Solok yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Solok untuk tahun 2011sudah diserap di kecamatan. Meski ada dua Kecamatan yang menyisakan masalah yakni Kecamatan X Koto Diatas dan X Koto Singkarak.
 
“ Dari 95 kegiatan yang didanai dalam kegiatan PNPM-MP,, sebanyak 63 Jorong sudah selesai pengerjaannya. Bahkan sudah ada yang dimanfaatkan masyarakat. Baik dalam bentuk kegiatan fisik maupun dalam kegiatan non fisik seperti Simpan Pinjam Perempuan (SPP).
 
Kemudian lanjut Dharmawan untuk kegiatan PNPM Integrasi yang baru diluncurkan tahun 2011 ini dana APBN dan APBD sudag diserap di 12 kecamatan. Tepatnya di 26 nagari dengan paket kegiatan sebanyak 28 paket,. Saat ini sedang pelaksanaan fisik.
Selain dalam pelaksanaan kegiatan fisik, Fasilitator Kabupaten Solok melalui Ruang Belajar Masyraakat (RBM) juga telah melaksanakan workshop, penyusunan modul, perencaaan pembuatan tabloid dan membangun kerjasama dengan media massa. Kemudian juga dilaksanakan TOT TPM.
 
“ Sedangkan untuk penguatan antar lembaga, kita sudah melakukan hearing dengan DPRD Kabupaten Solok, baik di segi pendanaan maupun dalam sebuah regulasi. Sehingga dengan memupuk kebersamaan dengan seluruh komponen kegiatan PNPM-MP dapat terlaksana dengan baik di Kabupaten Solok,” tambah Dharmawan dengan senyum ramahnya.
 
Drs H Syamsu Rahim
Sangat Membantu Pembangunan Daerah
 
Bupati Solok Drs H Syamsu Rahim
Seluruh program yang dicanangkan pemerintah adalah sebuah program yang dirancang dengan baik untuk kepentingan masyarakat da daerah. Melalui program PNPM di Kabupaten Solok sangat mebantu percepatan pembangunan daerah ini. Terutama dalam membangun infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan daerah tempat pelaksanaan pembangunan.
 
Kelebihan dari program PNPM, kegiatan itu seluruh berada di tengah masyarakat mulai dari proses awal sampai pada proes pemeliharaan. Bahkan dalam kegiatan ini sangat dituntut peran serta masyarakat atau lebih dikenal dengan pola partisiatif.
 
“Semakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin besar manfaat pembangunan yang didapat. Sebab dari anggaran yang ditetapkan, bila masyarakat bisa
mengerjakan se efisiensi mungkin, kelebihan dana juga bisa dimanfaatkan untuk pembangunan lainnya. Ini sangat membantu sekali,” kata Syamsu Rahim.
Bupati ,menghimbau setiap program yang dicanangkan sanat perlu dukungan da pengawasan dari masyarakat. Sehingga pelaksanakan program dapat terlaksanan sesuai harapan.  Syamsul Azwar
 
Drs H. Desra Ediwan AT, MM
Mengembalikan Budaya Gotong-royong

Drs H Desra Ediwan, AT, MM
Wakil Bupati Solok menyatakan, terlepas dari adanya beberapa paket  kegiatan dari program PNPM yang menuai masalah yang saat ini sedang diproses sesuai aturan yag berlaku. Pelaksanaan kegiatan PNPM-MP di Kabupaten Solok terbilang sukses dan amat membantu masyarakat.
 
Pembangunan dengan pola partisipatif lebih mengedepankan aspek ekonomi, social yang mampu memacu percepatan pembangunan daerah menuju masyarakat sejahtera.
 
“ Adahal yang menarik dan sangat histori, pola partisipatif ini merupakan budaya yang sudah ada di Kabupaten Solok dari sejak dahulu. Yaitu kegiatan gotong-royong kembali bangkit dalam program PNPM-MP,” urai Desra Ediwan.
 
Dengan jujur Desra mengungkapkan keterbatasan APBD Kabupaten Solok untuk pelaksanaan pembangunandi wilayah yang sangat luas ini, melalui program PNPM sangat membantu pertumbuhan infrastruktur di tingkat nagari. Mulai dari sarana pendidikan, irigasi,, air bersih dan lainnya. ‘ Untuk itu mari dengan mematuhi seluruh aturan PNPM-MP kita laksanakan pembangunan dengan baik demi daerah yang kita cintai ini,” imbuh pak wabup Solok ini. Syamsul Azwar
 
H.Khairi Yusri
Kab. Solok Termasuk Kategori Terbaik
 
Drs H Khairi Yusri, MM
Drs, H Khairi Yusri, MM Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Solok yang juga selaku penangung jawab program PNPM sangat memberikan apresiasinya terhadap para pelaku PNPM. Mulai dari pelaku tingkat terendah sampai pada tingkat Kabupaten.
 
“Alhamdulillah dari Rp16 M lebih anggran tahun 2011 untuk program PNPM-MP dapat terlaksana dengan baik,” jelas H Khairi Yusri saat menyerahkan insentif monitoring dan evaluasi (Monev) PNPM-MP(Proram Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan) sebanyak Rp 127 juta kepada Kepada 575 orang Pelaku PNPM-MP di Kabupaten Solok baru-baru ini
 
Apresiasi yang disampaikan pak haji ini, terhadap pelaksana PNPM-MP tak lain adalah komitmen yang tinggi dari para pelaku sampai ke masyarakat terhadap dukungannya dalam mensukseskan program pemberdayaan masyarakat.
 
Menurutnya kebijakan ini tentunya merupakan langkah strategis pemerintah yang harus kita dukung untuk mencapai kesejahteraan melalui pola yang amat sederhana ini. Bila tahun ini dianggarkan sebanyak Rp16 M lebih, untuk tahun depan anggaran dalam program PNPM lebih dari Rp20 M.
 
“Mari kita suseskan dan manfaatkan anggaran tersebut untuk membangun masyarakat mandiri dan daerah makmur. Jauh dari persoalan hukum. Saat ini perkembangan PNPM Kabupaten Solok termasuk pada kategori terbaik,” ulas  H.Khairi bersahaja. Syamsul Azwar
 

Read More......

Sabtu, 26 November 2011

Bara Api Kota Arang

Markas Satlantas Polresta Sawahlunto dimamat sijago merah
Percikan bunga api di Kota Arang berkobar tengah malam. Asap hitam menggepul, kemudian lenyap dalam kegelapan. Letusan-letusan memecah kesunyian di Kelok Macan Karang Anyer Kota Sawahlunto. Tragedi memiriskan sejatinya tak harus terjadi. Bukanlah sebuah bentuk pesta kembang api, melainkan amukan massa yang sampai membakar markas polisi.
Mungkin ini bukan untuk yang pertama kali massa sampai berontak dan kehilangan kendali sampai membumi hanguskan markas polisi di negeri ini. Ketika pasukan seragam coklat yang terus memperbaiki citranya dari pahitnya kata massa lalu, maka semakin berat pula ujian yang harus dijalani dan dibenahi abdi negara ini..

Budaya generasi muda saat ini cenderung menjadi sebuah kebaanggaan bila mereka melanggar aturan berkendaraan. Realita ini tak saja terjadi di kota Sawahlunto, di daerah lain juga hampir sama. Modivikasi kendaraan, suara keras motor, mereka tak segan-segan berbonceng tiga tanpa helm dan mengajak anggota polisi untuk berpacu. Padahal bila kita sadari menaati aturan lalulintas itu juga adalah upaya menjaga keselamatan pengendara.

Namun bagi generasi muda aturan itu baginya terkesan dianggap sebagai penghalang dalam berkendaraan. Sehingga keberadaan polisi di tengah jalan dianggap sebuah ancaman dan penghalang bagi mereka. Kondisi ini amat dituntut kesabaran para polisi dalam mengambil sikap dan tegas dalam menegakkan aturan demi menekan angka kecelakaan yang cenderung merenggut nyawa para generasi muda penerus bangsa.

Sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, sejatinya dalam meneggakkan supermasi hukum polisi mestinya tetap berada dalam karidor peraturan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini. Tanpa ada lagi ada noda-noda hitam yang dulu, pada zaman ordebaru pernah melekat di tubuh kepolisian. Polisi hari ini adalah polisi yang dekat dihati rakyatnya. Prajurit seragam coklat ini mampu menjadi pelindung bagi masyarakat.

Untuk mengembalikan citra yang sudah baik ini tentu tak semudah membalik telapak tangan. Tentu butuh proses waktu yang tak sebentar, saat ini negeri butuh para polisi yang profesional dan mampu melaksanakan tupoksi Polri demi kemajuan negara yang amat dicintai.

Sebagaimana polisi itu sebagai seorang pengayom dan pelindung bagi masyarakat, sangat dituntut para polisi yang mampu membuang jauh emosional diri dalam bertugas. Terutama sekali bagi para polisi muda kita. Karena emosional diri akan bisa membuat malapetaka yang lebih besar dan mampu memberi jarak antara polisi dengan masyarakat. Selain itu juga imej-imej negatif yang dulu pernah menyelimuti bisa sirna.

Untuk itu juga amat dituntut para komandan polisi yang bijaksana dan mampu beradaptasi dengan masyarakat dan lingkungan tempatnya bertugas. Sudah saatnya arogansi diri di tubuh kepolisian yang selama ini dianggap masyarakat dikenal dengan kekuasaan dan memiki power yang tak terkalahkan dilenyapkan demi kemakmuran negara ini. Kini arang hitam kembali dicorengkan oleh warga yang tak lagi mengenali dan menghargai hukum yang ada di negeri ini.

Hal inilah salah satu mungkin faktor penyebab terjadinya tragedi memilukan yang tak seharusnya mewarnai Kota Sawahlunto. Dari persolan kecil berbuntut menjadi kobaran api yang membumi hanguskan satuan lalulintas Polresta Sawahlunto.

Pantauan Publik, amukan massa begitu sulit diredam, ketika emosi dan dendam bersarang di tubuhnya. Meraka tak terima aksi main pukul yang dilakukan oknum dari personil lalulintas Polresta Sawahlunto.

Sehingga pukul 21.00 (24/11) kemarin, gerombolan massa melampiaskan amarahnya pada bangunan dan menyerang anggota yang berjaga malam. Aksi bakar dan lempar tak terhindari. Sampai si jago merah hanya menyisakan puing-puing yang hangus. Mobil dan kendaraan roda dua yang tersisa hanya kerangka.

Masyarakat sekitar pun berhamburan, raungan teriakan tengah malam berkobar diantara luapan emosi yang semakin membabi buta. Polisi yang berjaga pun di buru bagaikan seorang penjahat. Semoga kenangan pahit ini tak lagi terjadi di ranah bundo yang dicintai.

Kronologis dari tragedi ini, berawal dari tiga orang pelajar setingkat SLTA di Kota Sawahlunto mengendarai sepeda motornya tanpa menggunakan helm. Bahkan bonceng tiga lagi. Aksi ini memang harus dihentikan oleh polisi lalulintas. Sebab itu sudah menjadi tugas polisi dalam menertibkan aturan lalulintas.

Anggota Satlantas yang bertugas saat itu mencoba menghentikan, namun tak diindahkan oleh pelajar tersebut. Namun saat bersajalan di ditarik tas penumpang paling belakang. Tapi malah polisi yang terseret beberapa meter hingga menderita luka ringan. Kesabaran polisi pun terbatas, ketika kendaraan berhenti, petugas tersebut melayangkan bogem mentah kepaga pengendara sepeda motor nakal ini. Ini sebenarnya tak hatus terjadi bagi seorang anggota polisi.

Namun yang nama manusia itu pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Anggota polisi itu juga manusia biasa. Setelah ketiga pelajar itu digiring ke Mapolresta Sawahlunto pada Satuan Lalu Lintas kembali pelajar ini dihujani beberapa pukulan. Selain mengena bagian tubuh pelajar, pukulan kesatria polisi itu juga sampai merontokkan dua buah gigi pelajar.

Setelah aksi diluar dugan itu terjadi, Pria berinitial ”Z” yang merupakan paman korban datang ke kantor Satlantas untuk menyelesaikan kasus yang menimpa keponakannya. Di kantor Satlantas tersebut sudah lahir kesepakatan menempuh jalan damai, segala tuntutanpun telah dicabut.

Namun pengakuan ”Z” dalam selang beberapa menit usai dilahirkan kesepakatan. Paman korban tersebut melihat seorang sepupunya yang turut mengurus kasus tersebut juga ikut menjadi korban ’arogansi’ oknum polisi berinisial A yang masih belum reda amarahnya.

Rasa kasihan dan merasa terhina oleh perlakukan sewenang-wenang ”Z” melihat sepupunya yang mendapat bogem mentah dari seorang oknum polisi di cafetaria dekat Satlantas. ”Z” kembali mendatangi kantor Satlantas untuk meminta pertanggung jawaban pihak kepolisian. Lagi-lagi arogansi yang ditunjukkan oleh aparat yang seharusnya mengayomi dan meladani masyarakat.

Belum lagi mendapatkan kepastian dan kepuasan serta pembelaan hukum, malah ia juga diserang dengan sejumlah jurus bela diri. Kelabatan oknum polisi membuat ”Z” bertekuk lutut dan sempat muntah serta segala persendiannya berasa sakit. Ia sulit untuk bergerak.

Realita pahit yang dialami paman korban, membakar semangat masyarakat dan para kerabat. Tangah malam sekitar pukul 21.00 WIB tanpa perhitungan massa naik pitam dan menyerang, membakar markas pasukan seragam coklat di Kota Sawahlunto. Kantor Satlantas yang terletak di kawasan kelok Macan Karang Anyar menjadi gaduh dan membara. Kobaran api yang berlalu menyisakan luka dan butiran debu penyesalan berterbangan. Ini tak perlu terjadi bila kita menempatkan diri sebagai orang-orang yang profesional.

Sesaat berita atas aksi anarkis ini menyebar ke seluruh penjuru negeri. Minangkabau yang dikenal ramah berbudaya yang mengedepankan azaz musyawarah sesaat Sawahlunto berubah menjadi lautan api. Semoga ini menjadi pengalaman pahit dan tak pernah lagi akan terjadi di ranah bundo ini.

Kini diperlukan intropeksi diri dari seluruh komponen dan menyatu dalam asa hakiki dalam menegakkan amar makruf nahi munkar. Damai itu akan jauh lebih indah. Buanglah emosimu dalam menjalankan tugas. Siapa yang harus disalahkan dan bertanggungjawab dengan kejadian ini. Polisi atau masyarakat?. Syamsul Azwar

Read More......

Senin, 24 Oktober 2011

Kutabur Bunga Cinta di Pusaramu

Hujan hampir tak henti mengguyur bumi. Jemariku yang lembut menempel diatas lututku. Kakiku bergoyang sambil memperhatihan percikan air yang turun dari tuturan atap. Tak terasa tetesan beningpun mengalir dari bola mataku. Perlahan lamunanku mengingatkan pada orang yang amat kucintai.
Meski Suamiku telah kembali ke sisi Yang Maha Esa, namun kenangannya tetap abadi dalam hidupku. Kau sosok yang belum tergantikan bagi ku. Bertahun-tahun ke mencoba untuk melepaskan kenangan bersamamu. Semakin ku coba untuk melupakan, semakin dalam rasa rindu ini. Bayangan masa-masa bersama dulu selalu melintas dalam anganku. Taburan bunga cinta yang ku semai di pusaramu takkan pernah hilang dari pelupuk mataku

Ku menyadari, bahwa empat definisi dalam kehidupan ini tak dapat ditolak manusia. Yaitu langkah, reski, pertemuan dan maut. Tapi hati ini tetap merintih, kenapa dirimu begitu cepat pergi ke alammu. Kepergianmu membuat hatiku bagai teriris sembilu. Kau pergi di saat semua penderiataan, suka dan duka kehidupan telah kita lalui bersama.Luka..luka.. hati ini sangat luka.

Limabelas tahun kita bersama. Perjalanan hidup yang kita lalui begitu panjang. Rintangan dan kerikil tajam kehidupan yang menghadang, satu persatu sudah dapat disingkirkan. Derasnya kompetiter kehidupan ini dapat dilalui dengan kekokohan pondasi cinta yang terbangun.

Meski kumbang tak seekor di alam fana ini. Hampir tiga tahun ku tetap bertahan hidup dalam kesendirian sejak kau tinggal pergi. Kau sosok yang amat istimewa dalam setiap sendi kehidupan dan nafasku. Meski dalam perkawinan ini kita belum diberi anugerah, seorang sibuah hati. Tapi aku tetap bersyukur, selama ini kau telah membimbing kehidupanku ini ke jalan yang benar di ridhoi oleh sang pencipta.

Perjalanan cinta yang ku lalui bersamamu, telah mencatat cerita yang begitu panjang. Mulai dari pahitnya kehidupan ini. Cinta yang tumbuh dalam diri kita telah mengalahkan segalanya. Tapi setelah semuanya terlewati kau meninggalakanku dalam kesendirian. Sepi dan sepi selalu menemani hari-hariku. Tapi aku hanya bisa berdoa dan berdoa di setiap waktu sholat tiba, agar kau orang yang paling kucintai mendapat tempat yang layak di sisi Yang Maha Kuasa.

Sosokmu adalah pahlawan dalam kehidupanku ini. Jembatan cinta dan pondasi kehidupan yang telah kau tancapkan akan menjadi sejarah abadi dalam kehidupanku. Pengorbanannmu demi keutuhan cinta akan sulit terbalas dan gampang berkubur bersama jasadmu.
Sejak kujatuhkan pilihanku limabelas tahun silam untuk hidup bersamamu. Kau begitu sempurna di mataku. Begitu juga di tanah kelahirkanmu. Pengabdian mu untuk negeri ini semoga menjadi ibadah dan bekal bagimu di alam baqa.

Selama lima belas tahun, kebersamaan yang kita bina dengan keutuhan cinta. Rasa sayang dan pengertian yang diberikan melebihi segala-galanya di sela pahitnya jeratan kehidupan yang kita lalui. Tapi asal bersamamu aku akan tetap tegar melawan derasnya gelombang kehidupan ini.

Suamiku adalah orang yang juga mencintai organisasi. Meski ia bukan seorang pegawai negeri. Namun kiprah di kampung halamannya ketika masih hidup juga tercatat sebagai tokoh yang disegani. Ia pernah menjabat sebagai kepala desa di kampungnya. Walau dengan kehidupan keluarga baru yang serba pas-pasan, tapi kebahagian rumahtanggaku tetap menyelumuti hari-hariku.

Perkembangan daerah di tempat tinggalku menjadi pusat pemerintahan, membuka peluang usaha baru bagiku. Ku mencoba membuka usaha rumah makan . Mulai dari segala keterbatasan. Di sela suamiku melaksanakan tugas kemasyrakatannya, perannya juga telah memotivasi untuk pengembangan usaha demi kelanggengan rumahtangga. Menuju keluarga sakinah, mawaddah dan warrahmah. Pendekatan terhadap sang pencipta tetap terjalin dengan selalu melaksanakan perintahnya.

Usaha terus berkembang ke arah yang lebih baik. Di saat kebahagian ini hampir sempurna, tiba-tiba suami jatuh sakit. Fisiknya terus menurun. Lima tahun ia menjalani kehidupan dalam kondisi lemah. Berbagai penyakit telah menggorogoti tubuhnya.

Aku tak pernah henti untuk mengobati agar penyakit yang diderita suamiku itu lenyap. Berbagai pengobatan telah dilakukan. Mula dari dokter spesialis dengan obat-obatan mahal sampai kepada paranormal yang diyakini dapat menyembuhkan penyakit yang diderita suamiku. Bahkan keluar pulau pun aku coba untuk mengobati orang yang ku cintai ini bisa sembuh.

Tak terasa lima tahun sudah suamiku diselimuti rasa sakit yang tak ditemukan obatnya. Komplikasi penyakit yang melilit tubuhnya membuat semakin menderita. Meski ia pun mencoba menguatkan diri melawan rasa sakit. Tapi yang lebih aku salutkan, sholat hampir tak pernah ditinggalkannya.

Sampai akhirnya suamiku menjemput ajalnya. Meski ini sangat menyakitkan bagiku, tapi ini merupakan kehidupan yang harus kujalani. Ia pergi setelah segalanya berubah. Kebahagian yang diimpikan dipelupuk mata. Namun sirna bersama waktu berkubur bersama orang yang kucintai. Hanya kata selamat jalan buat sumiku tercinta. Semoga kau tenang di peristirahatan terakhirmu.

Tiga tahun telah berlalu, tapi hati ini masih belum mau penerima pengganti dirimu. Cinta yang ada dalam diri ini masih membelenggu kehidupan untuk hidup dengan lelaki lain. Sekian lama cuma suara, canda dan tawamu yang menghiasi kehidupan ku ini. Meski terkadang kesendirian yang berlalu tanpamu terkadang terasa sepi. Rindu-rindu hati ini hanya mampu menembus batas fatamorgana.

Read More......

Senin, 10 Oktober 2011

Seks Bebas Mengancam

Sumatera Barat di belahan dunia ini dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan adat dan budaya. Masyarakatnya yang dikenal selama ini santun dan taat beribadah,, kini mulai berubah, terpengaruh dan terancam budaya luar  yang kurang baik. Aksi mesum para remaja mulai merambah kesekolah. Bahkan sudah menembus dunia maya.

Sumbar mulai heboh. Setan meracuni generasi muda. Penari seksi tanpa busana pun beraksi. Palajar  juga berani bermesum ria. Bahkan pegawai yang menjadi suri tauladan juga tak mampu membelenggu nafsu setannya itu. Selingkuh dan mesum tidak lagi menjadi tabu di abad modern ini.

Kondisi ini makin memprihatinkan. Citra negeri pun ternoda. Visi pemerintah yang mengedepankan nilai-nilai luhur, nilai agama dan adat dengan filosofi adat basandi sara’, sara’ basandi kitabulah seakan tengah diuji.. Padahal bila diamati dan hayati filsofi ini amat mengandung arti yang begitu dalam.

Tanpa wajah berdosa remaja dan pelajar melakukan hubungan yang layaknya dilakukan oleh pasangan sudah bersuami-istri. Adegan bugilnya pun ditampilkan melalui layar kaca. Telepon genggam yang dibelikan orang tuanya tak lebih digunakan untuk menyimpan aksi-aksi video romantisnya.

Ini sangat memberikan pengaruh besar terhadap remaja yang rendah pengendalian nafsu setannya. Awalnya coba-coba, akhirnya ketagihan. Seiring perjalanan waktu mereka menjadikan seks sebagai ladang emasnya. Dengan gampang mereka gampang mendapat duit untuk menikmati dunia ini.

Istilah ayam kampus mulai trend di negeri ini. Ayam kampus tidak saja dikejar bagi generasi muda yang dipacu nafsu. Para lelaki buaya pun doyan untuk memetik bunga yang sedang mekar itu. Germo atau mujikari pun mulai menyebar di setiap lorong-lorong kota.

Arang mulai dicoretkan pada pemangku adat negeri ini. Para generasi muda semakin rapuh dengan pengaruh pergaulan bebasnya. Seks bebas sudah mewarnai dan menyelimuti tubuh generasi penerus bangsa. Ini cukup memprihatinkan. Siapa yang harus disalahkan?

Sejatinya belum saatnya untuk menyalahkan siapa-siapa. Tapi ini diperlukan intropeksi diri bagi seluruh tokoh di negeri ini. Terutama sekali para pemimpin negeri, tokoh agama, para pendidik, pemangku adat serta orangtua yang memiliki peran penting untuk menjaga anaknya.

Lembaga pendidikan untuk anak bangsa yang bertujuan untuk membentuk pribadi manusia seutuhnya. Malah dikotori dengan prilaku yang tak boleh dilakukan oleh anak didik. Parahnya bidadari-bidari kampus yang merupakan orang-orang terdidik juga terperosok dalam perdagangan cinta terlarang.

Kondisi ini tak bisa ditampik, realita pahit ini perlu diperangi demi kemaslahatan umat dan daerah. Objek-objek wisata menjadi tempat untuk memadu asmara. Jembatan layang, perkebunan, diskotik, café dan penginapan serta tempat sunyi yang dirasa aman untuk melakukan hubungan bebas.

Ada beberapa hal yang menyebabkan pengaruh seks bebas yang merambah generasi muda. Menurunnya minat para orangtua terhadap anaknya untuk melakukan penekanan pendidikan di bidang keagamaan, bila dibandingkan dengan pendidikan umum.  Selain itu juga lemahnya control dari pihak keluarga yang sebagian besar lebih disibukkan dengan urusan karir dan ekonomi.

Pengaruh perkembangan teknologi ,menjadi bagian yang amat dahsat memberikan pengaruh negatif terhadap anak sekolah. Gampangnya mengakses situs porno menjadi pelajaran kotor bagi generasi.. Terutama sekali anak sekolah lanjutan tingkat atas. Parahnya virus ini juga merambah pada siswa SLTP. Peran guru dan kepala sekolah amat dituntut untuk membasmi virus ganas ini.

Kini virus cinta sesat ini telah menyebar ke bangku sekolah. Remaja berani memainkan adegannya dengan tarian indahnya bermain cinta. Aksi bugilnya dilalui dalam canda dan tawa.  Bila ini terus dibiarkan masa depan generasi muda akan menatap masa yang suram.

Bila ingin jujur, prilaku ini tidak saja merambah para remaja dan mahasiswa. Ini pun merasuki tubuh orang-orang hebat negeri ini. Pejabat, pengusaha dan profesi lainnya juga kerap mencari selimut hangatnya. Penjaja seks bukan lagi sebuah hal yang asing di daerah ini. Seks pun sudah menjadi sumber ekonomi yang dikatakan lebih menjanjikan oleh kaum hawa. Seks seakan sudah menjadi hiburan bagi lelaki hidung belang.

Ketika penyakit ini semakin kronis. Perlu para pemimpin negeri ini mulai dari jajaran yang lebih tinggi sampai ke tingkat terendah untuk duduk semeja kembali dengan seluruh pihak terkait untuk memformulasi obat pembunuh virus tersebut. Bila tidak Minangkabau hanya tinggal kenangan.

Masalah ekonomi yang terus melilit dijadikan alasan yang mujarab bagi pekerja seks. Kekerasan lelaki terhadapnya selama ini dijadikan alat untuk menembus dunia hitam. Sementara setiap program yang diapungkan oleh pemerintah dari pusat sampai ke daerah sudah pasti untuk perbaikan ekonomi rakyatnya. Kesejahteraan rakyat dan kemakmuran daerahnya pun terancam menyebar virus akibat pergaulan bebas.

Sudah saat wabah ganas dari pergaluan bebas seperti, hiv, spilis dan semacamnya dibentengi dan dibumi hanguskan dari ranah bundo tercinta ini. Jangan biarkan wabah ini meluas terhadap generasi-generasi penerus bangsa yang tak berdosa.  Syamsul Azwar

Read More......

Sabtu, 24 September 2011

Potret Sedih Indonesiaku

Sepuluh kinerja Menteri Kabinet Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dipertanyakan public. Badai korupsi hampir tak pernah henti memporakporandakan pemerintahan pusat. Baik legislative, eksekutif maupun yudikatifnya. Lembaga saling menunjukkan egonya. Inilah potret sedih Indonesiaku.
 
Bahkan kondisi ini pun sudah merambah ke daerah-daerah. Tak sedikit uang negara digerokoti oleh para elit untuk menyelamatkan kepentingannya. Akankah masalah yang berkepanjangan ini juga akan memberikan pengaruh terhadap program-program yang akan disajikan untuk rakyatnya. Sementara para elit bersiteru dan sibuk dengan belenggu masalah yang semakin melilit
 
Sebenarnya para pemimpin dan paraturnya di negeri ini agar membuka mata hatinya untuk bertindak bijak. Membuka matanya melihat rakyatnya yang semakin hari semakin diantarkan ke lembah kesengsaraan. sudah saatnya para pemimpin mengunakan tangannya yang terampil itu untuk berkarya bagi negeri dan masyarakatnya.
 
Dolar berserakan di pemerintah pusat, namun hanya sebagian kecil yang sampai menyentuh rakyat. Persiteruan antar lembaga pun terjadi. Tapi yang muncul hanya kebiadaban, kesalahan, wajah-wajah koruptor setiap detik menghiasi layar kaca. Masyarakat sejahtera yang dididamkan itu tak lebih dari sebuah impian semu belaka.
 
Hampir tak ada lagi lembaga yang benar dan bisa dipercaya di negeri ini. Keberadaannya semakin hari tidak lagi membuat rasa nyaman. Penyakit negeri ini bertambah kronis. Program yang harus mendapat dukungan bersama menjadi terhalang oleh prilaku-prilaku manusia yang berwajah setan. Munkin ini terjadi karena para koruptor di negeri ini belum mendapatkan hukuman yang cukup berat?
 
Pernyataan sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi yang siap mundur di hadapan public jika proyek yang ditargetkan tuntas pada tahun 2012 itu tak terealisasi tepat waktu. Ini merupakan sebuah komitmen yang tegas dari seorang pemimpin. Ini perlu mendapat respon positif dari seluruh kalangan.
 
Sebab janji itu merupakan sebuah pertaruhan bagi seorang Gamawan Fauzi yang sudah mengabdi puluhan tahun untuk negeri ini. Tidak hanya itu, janji tokoh Sumbar ini itu bila gagal juga akan melunturkan dan menciderai nama baik para tokoh di Ranah Minang ini.

Sikap yang ditunjukkan mantan Gubernur Sumbar ini merupakan salahsatu bentuk menepiskan  banyaknya informasi yang dinilai salah terkait proyek E-KTP. Mulai dari proyek tender, ada informasi yang menyatakan bahwa proyek E-KTP bisa dituntaskan dengan dana Rp 4,7 triliun dan lainnya.
 
Awalnya permasalahan ini timbul dari sebuah rasa ketidak sebangan rekanan yang ikut tender proyek tersebut tidak menang. Kondisi ini tidak lagi menjadi rahasia umum. Bila rekanan kalah mereka akan selalu mencari kambinh hitam persoalan sedetail-detailnya. Terkadang rekanan seperti ini juga enggan mengintropeksi dirnyai. Unrung besar pun bermain di pelupuk mata direkturnya.
 
Pengakuan Mendagri rekanan yang gagal, maka muncul pernyataan bahwa Kementrian dalam negeri melakukan mark-up, dengan menganggarkan proyek E-KTP sebesar Rp 5,9 triliun. Menurut Gamawan, terbangunnya opini bahwa Kemendagri melakukan praktek kotor itu membuat dia berani mempertaruhkan jabatannya. Mafia-mafia seperti ini juga merayat sampai ke daerah. Ini juga bagain dari tugas negara untuk memberantasnya.
 
Dana itu, kata Gamawan, baru sebatas pengadaan fisik KTP. Kemendagri perlu memperhitungkan biaya peralatan, biaya instalasi, termasuk biaya pelatihan dan pendampingan proyek E-KTP. Semua peralatan harus dibeli dari luar negeri. Kemendagri membuat Harga Perkiraan Sendiri sebesar Rp 5,9 triliun yang kemudian diajukan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan..

Gamawan mengakui, memang proses distribusi alat oleh pemenang tender masih berproses. Namun, gamawan menyampaikan Kemendagri belum mengeluarkan sepersen pun uang kepada konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia selaku pemenang tender. Sebab pihaknya meminta garansi bank terkait dalam pedistribusian peralatan dan instalasi (E-KTP) itu.

Ketua Komisi II DPR RI Chairuman Harahap memberikan apresiasi khusus atas pernyataan Gamawan itu. Dia menilai, jarang atau bahkan belum pernah seorang pejabat negara di Indonesia berani mempertaruhkan jabatan demi sebuah proyek.
Kemudian Anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain menyatakan, komitmen Mendagri sangat patut diapresiasi. Setidaknya, pernyataan Mendagri itu bisa mendobrak semangat kerja para staf di Kemendagri. .

Meski ada pihak yang megatakan pernyataan Gamawan Fauzi ini sangat arogan serta banyak pihak meyangsikan akan keberhasilan program ini. Setidaknya pernyataan Gamawan Fauzi merupakan sikap optimisme seorang pemimpin yang berani mengambil sekap dengan bijak.

Penulis yakin ini pernyatan serius yang keluar dari rongga bibir seorang Gamawan Fauzi, sebab darah Minang yang mengalir di tubuh Gamawan Fauzi akan rela mengadaikan seluruh hartanya demi sebuah harga diri. Nama Sumbar pun menjadi taruhannya di tingkat nasional.  Ini juga perlu catatan bagi bupati dan walikota se-Sumatera Barat. Jika perlu Sumbar yang nomor satu dalam mensukseskan e-KTP ini. Syamsul Azwar

Read More......

Bola Panas ULP Kab. Solok

Gertak Sambal Rekanan

Kondisi ULP Kabupaten Solok semakin membara. Rekanan semakin bersuara. Tapi ini tak lebih sebagai pelampiasan kekesalan bagi para rekanan yang belum mendapatkan kue. Rekaman yang diduga telah terjadi kecurangan oleh panitia itu dinilai belum layak dibawa ke meja hukum itu hanya sebatas gertak sambal belaka.
 
Selama sepekan Publik melakukan investigasi seputar bola panas yang mengelinding di ULP Kabupaten Solok. Pengakuan sejumlah pengusaha dan pejabat memang sangat kewalahan dengan merajalelanya orang yang menamakan diri sebagai tim sukses. Namun panitia tetap bersandar pada aturan yang berlaku dalam proses tender. Termasuk intervensi dari oknum anggota dewan pun tak bisa di tampik.
 
Pada edisi lalu, publik telah menguraikan kehadapan pembaca seputar kronoligis proses tender yang dilakukan UP Kabupaten Solok. Versi kontraktor panitia terindikasi telah melakukan kecurangan. Sementara dari telusuran publik, rekanan tersebut adalah rekanan yang juga diduga tidak memiliki kredibilitas yang baik dalam beberapa kali tender.
 
Ini merupakan tugas berat asosiasi para pengusaha untuk melakukan pembinaan terhadap rekanan di Kabupaten Solok. Terutama sekali dalam pemahaman peraturan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah (PBJP). Keberadaan Perpres Nomor 54 tahun 2010 tentang PBJP lebih mengarah pada pembinaan dan mengatur proses tender dengan baik. Baik untuk penyedia jasa maupun untuk  pemberi jasa.
 
Hak dan kewajiban masing-masing pun sudah diatur dengan jelas. Baik untuk panitia maupun bagi rekanan. Bila peraturan ini ditaati sudah dipastikan tidak ada yang akan dirugikan.
 
Pengakuan beberapa orang panitia yang enggan ditulis namanya, dari beberapa paket kegiatan dalam proses tender nyaris tak ada kontraktor yang menyanggah. Sebenarnya ini hak dari para rekanan sesuai Perpres 54 2010 pada fasal 83 ayat (2) pada poin B. berbunyi ULP dapat menyatakan seleksi gagal apabila sanggahan terhadap peserta terhadap hasil prakualifikasi dinyatakan benar.
 
 
Selain Ketua ULP H. Yunasman, SE, M.Si yang sudah menyampaikan pendapatnya (baca public edisi lalu), Sekretaris ULP Abra Vestia juga mengakui belum pernah melihat rekaman kecurangan panitia, seperti yang informasikan beberapa orang rekanan.
 
Tapi kata Abara, pihak ULP sudah melakukan rapat dan membahas masalah ini. “Kami tetap komit melaksanakan proses tender sesuai aturan yang berlaku,” sebut Abra yang juga Kabag Pembangunan Setdakab Solok ini.
 
Sementara dari pantauan dan catatan publik budaya uang cendol pun masih marak dalam beberapa kali di ULP Kab. Solok.  Bahkan panitia pun sering dikelabui oleh para rekanan yang mengatur proyek. “ Bila saya tahu paket proyek yang diatur saya akan batalkan, “ jelas Yunasman.
 
Adahal yang menarik ketika salah satu rekanan yang berupaya menyogok panitia untuk memenangkan tender, Namun panitia tidak mengabulkan keinginannya. Sudah pasti mereka akan membeberkan ke media massa . Padahal ini termasuk sikap yang tidak terpuji dan jelas menyalahi aturan dalam perpres 54-2010.
 
Bagi rekanan yang berupaya melakukan suap juga bisa mendapat sangsi yang berat. Bahkan bisa dipidanakan.  Pada fasal 118 mengatur perbuatan atau tindakan penyedia barang/jasa yang dapat dikenakan sanksi.
 
 
Ungkapan Rino yang dimuat edisi lalu, meski dalam proses tender di ULP Kab. Solok ada oknum pejabat dan tim sukses yang berani membawa nama kepala dan wakil kepala daerah, tapi sampai detik ini Rino belum percaya kepala daeah dan wakil kepala daerah akan terlalu jauh mengintervensi. Apalagi berani mengangkangi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 
“ Sampai detik ini saya belum menemukan bukti kepala daerah dan wakilnya ikut berperan dan mencampuri urusan tender. Ini tak lebih dari pembusukan terhadap kepala daerah dan wakilnya oleh orang yang ,merasa dekat untuk mengejar kepentingan pribadi. Termasuk sebagian pejabat yang mengaku orang dekat pimpinan,” kata Rino.
 
Dengan jujur Rino menyampaikan, proses tender di ULP Kab. Solok semakin memprihatinkan. Ia memiliki rekaman video dan beberapa bukti indikasi terjadinya kecurangan dan penyelewengan dalam proses PBJP di Kabupaten Solok.
 
Selain keberanian oknum panitia nego dengan kontrakator dalam penentuan fee, bagi peserta yang dimenangkan. Ironisnya, panitia juga tak segan-segan memenangkan perusahaan yang kena Black List (daftar hitam) One Prestasi.
“ Ini sebuah hal yang sangat tidak wajar,” ulas Rino heran.
 
Kemudian Direktur CV. Fadhillah ini mencontohkan salah satu kegiatan dalam paket pekerjaan jalan Aia Angek Songsang. Perusahaan yang dimenangkan adalah perusahaan yang dinyatakan gugur saat pembukaaan tawaran pasca tender berlangsung di hadapan peserta yang ikut tender.
 
Rino menambahkan persoalan ini terus diselidikinya. Ia menghubungi perusahaan yang menang. “ Saya menanyakan bagaimana kiat untuk memenangkan tender, ia menjawab memberikan fee senilai Rp30 juta,” jelas Rino yang menyimpan bukti rekaman tersebut.
 
Namun sampai berita ini diturunkan untuk penambahan bukti dari Rino yang berjanji akan menyuguhakn ke publik, sangat disayangkan hp nya tak bisa di hubungi.
 
Seloroh Menuai Masalah
 
TITIK CINTYA
Direktris CV. Kubang Eda Sakti Titik Cintya yang memenangkan paket tender jalan Aia Angek Songsang menampik telah melakukan penyogokan terhadap panitia di ULP Kabupaten Solok untuk memenangkan tender. Rekaman yang beredar yang belum didengarnya itu adalah sebuah bentuk selorohnya terhadap rekanan yang merasa tak senang dengan perusahaanya memenagkan paker tersebut.
 
Meski masih dalam suasana duka setelah kehilangan orang tuanya, satu persatu pertanyaan Publik dijawab dengan jelas oleh Titik Cintia. Ia belum pernah mendengar rekaman yang tak pernah saya mengetahui direkam. “Berkemungkinan ini rekaman melalui hp,” kata Titik.
 
Dijelaskannya, ketika saya memenagkan paket tersebut, beberapa orang rekanan menghubungi saya melalui hp. Mereka menanyakan bagaimana carany bisa memenangkan tender. “ Saya beri panitia uang Rp 30 juta,” jawab titik saat itu.
 
Namun jawaban itu diakui Titik tak lebih dari sebuah seloroh terhadap rekanan. Kemudian rekaman ini yang dijadikan sebagai alat buki untuk mencari sebuah kesalahan. “ Ini hanya semacam guyoan sesame rekanan,” jelasnya kembali.
 
Dipaparkan Titik, pagu dana pada paket jalan tersebut sekira Rp223 juta, penawaran saya yang dimenang berkisar Rp192 juta. “Mari kita berpikir dengan jernih, bila saya menyogok panitia senilai Rp30 juta dengan apa saya teruskan pembangunan tersebut.belum lagi pajak dan lainnya. Ini sebuah logika yang saya sampaikan. Saya tidak ada nego dengan panitia,” sebut Direktris.
 
Namun Titik tak menyangka guyoannya itu akan disadap oleh rekanan seprofesinya itu, ini pun akan dijadikan bukti pelanggaran. Ini juga membuat tercemarnya nama baik panitia di ULP. Untuk ini saya memohonkan maaf kepada aparatur terkait, ini tanpa ada kesengajaan saya berbuat hal ini. Tapi ini cukup menjadi pengalaman yang berharga bagi saya,” tambah Titik  menyadari selorohnya juga dapat mecemarkan nama baik orang lain. Syamsul Azwar

Read More......

Karyawanku Selingkuhan Istriku

Terasa tubuhku disambar petir, seluruh persendian ini berasa mati. Saat ku mendengar orang yang amat kucintai berselingkuh dengan karyawanku. Sedikitpun tak pernah ku sangka, bila istriku begitu tega mengkhianati cinta suciku ini.
 
Dalam hidup aku termasuk laki-laki yang memiliki tekat sederahana, hanya satu ingin menatap masa depan yang cerah. Selain ingin membahagiakan orang tua dan keluargaku. Aku juga ingin sukses dalam menekuni profesiku.
 
Sejak usia mudaku, banyak teman-teman menggeledek. Biasanya lelaki muda sebaya dengan ku sudah dapat dipastikan terjebak pada salah satu dari tiga virus dunia yang meracuni pria. Di antaranya terjebak dengan kegemaran bermain perempuan, pemabuk dan pejudi. 
 
Namun aku tak tersentuh oleh satupun virus tersebut dan tak tergiur dalam tiga persoalan itu. Sehingga usia mudaku lebih digeluti dengan urusan perbengkelan. Bagian mesin menjadi bakatku. Untuk urusan mesin huller aku tak bisa dibodohi di kotaku.
 
Hari-hari terus berlalu. Waktu pun berganti akau tetap menekuni profesiku ini. Sampai aku mendapatkan perempuan pilhan hatiku. Rasa bahagia telah menyelimuti hidupku. Hanya dalam pikiranku bagaimana aku bisa maju dalam duniaku ini.
 
Berbekal pengalaman yang kumiliki. Untuk merubah kehidupan ke arah yang lebih baik, aka mencoba menyewa dan membuka toko kecil-kecilan. Mulai dari baut sampai pengadaan mesin seadanya. Disamping aku terus menjalani sebagai montir mesin huller.
 
Aku sangat meyakini sebuah filosofi dalam kehidupan ini, bahwa salah satu kiat sukses adalah mencintai pekerjaan. Selain aku mencintai profesiku juga sangat menyayangi keluarga.
 
Dua tahun hampir berlalu. Aku dikarunia seorang anak perempuan. Namun bersamaan dengan itu di rumah sakit yang sama juga ada  ibu yang melahirkan dan meninggalkan anaknya sudah melahirkan. Ini disebabkan oleh kurangnya rasa tanggungjawab orangtua bayi tersebut. Sehingga tidak mampu lagi membiayai untuk persalinan.
 
Rasa kasihan sebagai manusia begitu muncul dalam benakku, bayi yang tak berdosa ini harus diselamatkan. Aku melakukan adopsi terhadap bayi malang tersebut. Aku bertekat akan membesarkan dan memenuhi segala kebutuhan anak ini hingga tumbuh dewasa seperti merawat darah dagingku sendiri.
 
Keputusan ini juga telah aku rembukkan dengan istriku. Sehingga sepulangnya dari rumah sakit, kami mendukung masing-masing satu anak. Rasa bahagia begitu menyelimuti diriku ini. Yang ada dalam pikiran hanya pekerjaan dan anak-anak.
 
Sepulang kerja akupun menjadi seorang ibu bagi anak-anaku. Terutama sekali bagi anak angkatku. Rasa sayangku hampir tak beda dengan anak kandungku sendiri. Meski terkadang istriku diluar pengetahuanku memberlakukan kedua anak ini berbeda. 

Tapi aku pun memahami kondisi. Ini tak pernah menjadi perdebatan dalam keluargaku. Mana yang bisa aku kerjakan, kukerjakan sendiri. Yang penting bagiku keluargaku tetap dalam posisi aman. Mengalah dalam keluarga, bagiku bukanlah sebagai seorang yang takut oleh istri.
 
Seiring tumbuhnya kasih sayang terhadap keluargaku, usaha pun bertambah maju. Toko yang dulu hanya berisi seadanya kini sudah dipenuhi berbagai merk menghiasi rak pertokoanku. Mulai dari mesin ptonh rumput, sinsaw, huller dan lainnya serta sperpak untuk beragam mesin. Begitu juga permintaan mesin huller terus menunjukkan peningkatan. Tapi aku tetap melayani bongkar pasang mesin bagi konsumen yang pernah membeli mesin dari tokoku.
 
Aku tak ingin mengecewakan konsumenku, setiap diminta datang untuk maintenance mesin, saya akan usahakan datang dengan segera. Perkembang usaha bertambah maju. Keterbatasan tenagaku rasnya tak sanggup mengelola tokoku.. Maka aku merasa harus mencari karyawan untuk membantu pekerjaanku.
 
Sampai aku memiliki dua orang karyawan dan terus aku didik dengan kejujuran serta penanaman kepercayaan. Dengan niat yang tulus akhirnya aku mampu membuka toko di kota terdekat, yang hanya berjarak sekitar 60 km dari toko pertamaku. 

Bila ditempuh dengan dengan kendaraan hanya memakan waktu dua jam paling lama. Kesibukan terus membuat aku tak mengenal waktu. Dua toko aku kendalikan sekaligus. Permintaan pelanggan terus meningkat seiring perkembangan daerah.
 
Namun hasilnya tak berbuah sia-sia, akhirnya aku bisa memilki kendaraan pribadi sendiri. Rasa letihku dalam kerja akan enya setelah berkumpul dengan sitri dan anak-anakku. Namun kesibukanku ini membuat aku jarang tidur di rumah. Karyawan yang ku percaya terkadang aku minta Bantu mengantarkan keperluan anak-anakku bila aku tak bisa pulang. Karyawan ku ini sudah kuaggap sebagai saudara dan adikku sendiri.
 
Sepuluh tahun aku menjalani bahtera rumahtanggaku. Rasa cintaku yang kumiliki terhadap istri dan anak-anakku tak terbentung waktu. Aku percaya perasaan insane ini sama. Begitulah aku begitu percaya dan menilai cinta istri juga begitu dalam terhadapku.
 
Waktu terus bergelut dengan pekerjaan demi keluarga. Permintaan mesin di tokoku yang jauh, terpakasa aku harus langsung mengerjakan. Karena untuk pemasangan mesin akau belum mempercayakan penuh terhadap karyawanku.
 
Sehingga karyawan yang paling ku percaya ku tinggalkan mengawasi toko yang dekat dari tempat tinggalku. Begitulah seterusnya. Sampai akhirnya orang yang kucintai memadu kasih dengan karyawanku. Hal yang sangat memilukan mereka mendustai dan mengkhianati kepercayaanku ini.  Mereka terbukti telah berselingkuh dan lari bersama dengan membawa anakku.
 
Meski aku telah ditinggal pergi oleh orang yang kusayangi, aku sadar bahwa cinta istriku selama ini tak sama seperti cinta yang ada dalam diriku. Meski dalam sedih berkepanjangan teringat masa depan anakku, tapi sebagai seorang lelaki, ini takkan pernah kumaafkan dalam hidupku. Aku yakin tuhan nantinya akan mengirimkan seorang bidadari yang penuh pengertian ke pelukanku. Ini sudah takdir dalam perjalanan cinta ku. Akan kujalani hidup ini bersama anak angkatku yang amat kusayangi. Syamsul Azwar.
 

Read More......

Minggu, 18 September 2011

Prahara Rindu

Sang mentari perlahan terus bergeser ke peraduannya. Warna jingga di ufuk barat pun hampir tenggelam. Kegelapan mulai menyelimuti bumi, tak satu pun bintang yang menghiasi langit. Hati Suci (Bukan nama sebenarnya) berkecamuk dalam kegalauan yang tak menentu. Seluruh persendian pun terasa mati. Bayangan senyum dan canda mantan kekasih selalu menari di pelupuk mata.
Langkah Suci begitu terlihat gontai menuju kamar tidurnya. Wajahnya lesu, sambil berdiri di pinggir tempat tidurnya badannya dihempaskan ke atas kasurnya yang empuk. Fikirannya semakin tak menentu. Terkadang senyumnya pun mengambang dalam sepi. Tapi ia tak hiraukan saat cicak ikut menertawakan  mengusik lamunannya.
 
Sesekali Suci mengangkat tangannya ke arah kepala, terkadang posisi tidurnya menelungkup. Ia tetap berupaya melenyapkan bayangan yang tiba-tiba datang mengganggu dirinya. Namun semakin ia berupaya untuk melenyapkan bayangan itu, semakin membara api rindu dalam dadanya.
 
Kenangan-kenangan masa lalu yang terlintas dalam angan suci semakin menyuburkan rasa rindunya terhadap orang yang pernah disayang dan paling dibencinya. Kenapa dulu cinta yang pernah bersemi, sekian lama lama lenyap di telan masa, tiba-tiba bangkit kembali. Bertahun-tahun Suci telah mencoba untuk mengubur segala rasa yang ada. Tapi usaha itu berbuahkan sia-sia.
 
Meski saat ini Suci telah memberikan perasaan dan cinta terhadap lelaki pilihannnya dalam ikatan perkawinan yang sah. Namun hatinya tetap berontak, ingatannya tak bisa lepas terhadap mantan kekasihnya.“Kenapa harus ada pertemuan kembali,” rintih Suci.
 
Entah angin apa yang membawa Suci dalam sebuah pertemuan yang tak teragenda ini, ia bertemu dengan mantan kekasihnya. Pada hal selama ini, lelaki satu ini begitu sangat dibencinya. Namun saat berjabat tangan masih terasa hangat dan mengalirkan darah rindu ke setiap nadinya.
 
Sejak itu, bayangan kenangan indah masa silam kembali bergelayut dalam angan. Lembaran kekecawaan, dendam yang ada selama ini juga ikut tenggelam. Yang ada hanya canda, tawa dan masa bahagia saat bersamanya.
 
Fikiran suci semakin tak menentu, kehadiran pria yang selama ini mendampinginya seakan tak mampu membantu melenyapkan rasa sayangnya. Meski ia merasa berdosa, tapi hatinya tak bisa lagi membendung rindu yang terus menyiksa.
“ Bila dunia dan waktu ini bisa diputar kembali aku akan terus memperjuangkan cintanya ini, “ desah suci dalam penyesalan dirinya.
 
Kenapa cinta yang dulu dibinanya bersama lelaki yang merupakan cinta pertamanya itu tak dipersatukan. Lembaran penyesalan membuat Suci merasa terasing dan ingin selalu menyendiri. Jarak dan waktu telah memisahkan cintanya yang dulu pernah mekar.
 
Meski kini madunya sudah dihisap kumbang yang lain, dan pangeran cintanya juga telah rebah dalam pelukan wanita lain. Tapi amukan cemburu terus menyelemuti Suci. Lelaki ini begitu amat berarti dalam kehidupan Suci.
 
Rasanya Suci ingin berteriak sekuat tenaga dan memanggil namanya untuk melepaskan rasa gundah. Bila boleh memilih Suci akan rela memilih, Suci akan menjatuhkan untuk hidup dan tak ingin berpisah dengan mantan kekasihnya dan rela untuk melepaskan keluarga yang sudah lama dibinanya.
 
Hari ke hari perasaan Suci terasa hampa, gairah hidup berangsur sirna, setiap detik bayangan lelaki yang pernah memberikan rasa sayang dan pengertian serta membimbingnya dalam permainan cinta begitu sulit terlupakan. Ia seakan terus hadir dalam setiap detak nafas Suci.
 
Cinta yang ada dalam diri Suci terhadap mantan pacarnya nya tak pernah pudar sampai akhir hayat. Namun tuhan tak mempersatukannya. Prahara rindu semakin menghempas, Suci hanya bisa pasrah dalam rindu  dan terus berharap, pada saatnya nanti cintanya akan kembali dipersatukan dengan orang yang dicintainya ini. Tapi entah kapan?
 
Perjalanan kisah hidup dan cinta setiap manusia memiliki kisah yang berbeda. Terkadang kita tak bisa menerka jalannya percintaan ini. Mungkin kisa cinta yang jalani Suci ini juga ada kesamaan dengan perjalanan cinta lainnya. Bahkan ada di antara pasangan cinta itu kembali bertemu dalam babak cinta yang baru. Memang sulit untuk mengubur sebuah kenangan yang pernah bersemi. Cerita ini diangkat dari sebuah kisah nyata.  Syamsul Azwar

Read More......