| Jembatan Gantung yang dibangun melalui dana PNPM-MP |
Kegiatan yang dilaksanakan berdasar kebutuhan dasar untuk mengangkat perekonomian yang lebih baik. Beragam program PNPM di Kabupaten Solok terbilang sukses, meski masih ada dililit masalah. Namun persentase yang bermasalah sangat kecil. ,
Kabupaten Solok memiliki wilayah yang cukup luas. Masyarakatnya tersebar di 14 Kecamatan. Sebanyak 74 Pemerintahan Nagari yang dipimpin Walinagari merupakan sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Kehidupan masyarakatnya yang mayoritas hidup di sector pertania menyebar lebih di 430 Jorong (dulu desa). Sekitar enam kecamatan masyarakatnya masih dalam keterisoliran. Melalui program PNPM Integrasi dan PNPM Mandiri pedesaan setiap tahun satu persatu lepas dari keterisolasian.
Dharmawan Fasilitator Kabupaten Solok menjelaskan tujuan dari program PNPM Reguler memiliki tujuan yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui berbagai tahapan kegiatan. Mulai dari tahapan sosialisasi, sampai pada perencanaan, tahapan seleksi dan pelaksana kegiatan seluruh sangat trasparan dan partisipatif. “ Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat dan dilaksanakan sendiri oleh rakyat,” kata Dharmawan.
![]() |
| Partisipasi kaun hawa di daerah terpencil |
Dharmawan menerangkan PNPM Reguler itu terdiri dari PNPM Mandiri Pedesaan yang pelaksanaan kegiatannya berada di kecamatan. Sedangkan untuk PNPM Integrasi seluruh proses kegiatan dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota. ,
Dalam program PNPM kata Dharmawan ada beberapa proses tahapan yang dilakaukan dalam, program PNPM, seperti tahapan sosialisasi dilakukan sengan cara, lokakarya di berbagai level pemerintahan, hearing anggota legislatif di berbagai jenjang, dan forum-forum musyawarah masyarakat. Selain menggunakan papan Informasi sebagai salah satu media (penyebaran) informasi. Juga membuka kerjasama dengan pihak lainnya, baik dengan media massa maupun kerjasama dengan seluruh stakeholder terkait.
Sedangkan dalam proses perencanaan dilaksanakan mulai dari tingkat Jorong, Nagari dan kecamatan. Masyarakat memilih Fasilitator untuk mendampingi proses sosialisasi dan perencanaan. “Intinya seluruh prosesnya samapai pada pelaporan dipandu fasilitator sangat transparan dan partisipatif,” jelas Fasilitator Kabupaten Solok ini.
Dharmawan menyampaikan pelaksanaan PNPM-MPd Reguler di Kabupaten Solok yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Solok untuk tahun 2011sudah diserap di kecamatan. Meski ada dua Kecamatan yang menyisakan masalah yakni Kecamatan X Koto Diatas dan X Koto Singkarak.
“ Dari 95 kegiatan yang didanai dalam kegiatan PNPM-MP,, sebanyak 63 Jorong sudah selesai pengerjaannya. Bahkan sudah ada yang dimanfaatkan masyarakat. Baik dalam bentuk kegiatan fisik maupun dalam kegiatan non fisik seperti Simpan Pinjam Perempuan (SPP).
Kemudian lanjut Dharmawan untuk kegiatan PNPM Integrasi yang baru diluncurkan tahun 2011 ini dana APBN dan APBD sudag diserap di 12 kecamatan. Tepatnya di 26 nagari dengan paket kegiatan sebanyak 28 paket,. Saat ini sedang pelaksanaan fisik.
Selain dalam pelaksanaan kegiatan fisik, Fasilitator Kabupaten Solok melalui Ruang Belajar Masyraakat (RBM) juga telah melaksanakan workshop, penyusunan modul, perencaaan pembuatan tabloid dan membangun kerjasama dengan media massa. Kemudian juga dilaksanakan TOT TPM.
“ Sedangkan untuk penguatan antar lembaga, kita sudah melakukan hearing dengan DPRD Kabupaten Solok, baik di segi pendanaan maupun dalam sebuah regulasi. Sehingga dengan memupuk kebersamaan dengan seluruh komponen kegiatan PNPM-MP dapat terlaksana dengan baik di Kabupaten Solok,” tambah Dharmawan dengan senyum ramahnya.
Drs H Syamsu Rahim
Sangat Membantu Pembangunan Daerah
![]() |
| Bupati Solok Drs H Syamsu Rahim |
Seluruh program yang dicanangkan pemerintah adalah sebuah program yang dirancang dengan baik untuk kepentingan masyarakat da daerah. Melalui program PNPM di Kabupaten Solok sangat mebantu percepatan pembangunan daerah ini. Terutama dalam membangun infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan daerah tempat pelaksanaan pembangunan.
Kelebihan dari program PNPM, kegiatan itu seluruh berada di tengah masyarakat mulai dari proses awal sampai pada proes pemeliharaan. Bahkan dalam kegiatan ini sangat dituntut peran serta masyarakat atau lebih dikenal dengan pola partisiatif.
“Semakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin besar manfaat pembangunan yang didapat. Sebab dari anggaran yang ditetapkan, bila masyarakat bisa
mengerjakan se efisiensi mungkin, kelebihan dana juga bisa dimanfaatkan untuk pembangunan lainnya. Ini sangat membantu sekali,” kata Syamsu Rahim.
Bupati ,menghimbau setiap program yang dicanangkan sanat perlu dukungan da pengawasan dari masyarakat. Sehingga pelaksanakan program dapat terlaksanan sesuai harapan. Syamsul Azwar
Drs H. Desra Ediwan AT, MM
Mengembalikan Budaya Gotong-royong
![]() |
| Drs H Desra Ediwan, AT, MM |
Wakil Bupati Solok menyatakan, terlepas dari adanya beberapa paket kegiatan dari program PNPM yang menuai masalah yang saat ini sedang diproses sesuai aturan yag berlaku. Pelaksanaan kegiatan PNPM-MP di Kabupaten Solok terbilang sukses dan amat membantu masyarakat.
Pembangunan dengan pola partisipatif lebih mengedepankan aspek ekonomi, social yang mampu memacu percepatan pembangunan daerah menuju masyarakat sejahtera.
“ Adahal yang menarik dan sangat histori, pola partisipatif ini merupakan budaya yang sudah ada di Kabupaten Solok dari sejak dahulu. Yaitu kegiatan gotong-royong kembali bangkit dalam program PNPM-MP,” urai Desra Ediwan.
Dengan jujur Desra mengungkapkan keterbatasan APBD Kabupaten Solok untuk pelaksanaan pembangunandi wilayah yang sangat luas ini, melalui program PNPM sangat membantu pertumbuhan infrastruktur di tingkat nagari. Mulai dari sarana pendidikan, irigasi,, air bersih dan lainnya. ‘ Untuk itu mari dengan mematuhi seluruh aturan PNPM-MP kita laksanakan pembangunan dengan baik demi daerah yang kita cintai ini,” imbuh pak wabup Solok ini. Syamsul Azwar
H.Khairi Yusri
Kab. Solok Termasuk Kategori Terbaik
![]() |
| Drs H Khairi Yusri, MM |
Drs, H Khairi Yusri, MM Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Solok yang juga selaku penangung jawab program PNPM sangat memberikan apresiasinya terhadap para pelaku PNPM. Mulai dari pelaku tingkat terendah sampai pada tingkat Kabupaten.
“Alhamdulillah dari Rp16 M lebih anggran tahun 2011 untuk program PNPM-MP dapat terlaksana dengan baik,” jelas H Khairi Yusri saat menyerahkan insentif monitoring dan evaluasi (Monev) PNPM-MP(Proram Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan) sebanyak Rp 127 juta kepada Kepada 575 orang Pelaku PNPM-MP di Kabupaten Solok baru-baru ini
Apresiasi yang disampaikan pak haji ini, terhadap pelaksana PNPM-MP tak lain adalah komitmen yang tinggi dari para pelaku sampai ke masyarakat terhadap dukungannya dalam mensukseskan program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya kebijakan ini tentunya merupakan langkah strategis pemerintah yang harus kita dukung untuk mencapai kesejahteraan melalui pola yang amat sederhana ini. Bila tahun ini dianggarkan sebanyak Rp16 M lebih, untuk tahun depan anggaran dalam program PNPM lebih dari Rp20 M.
“Mari kita suseskan dan manfaatkan anggaran tersebut untuk membangun masyarakat mandiri dan daerah makmur. Jauh dari persoalan hukum. Saat ini perkembangan PNPM Kabupaten Solok termasuk pada kategori terbaik,” ulas H.Khairi bersahaja. Syamsul Azwar









